Pulau Maharo, Surga Tersembunyi di Sulawesi Utara Berikut Cuplikanya

Pulau Mahoro di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengantar kabupaten itu mencapai penghargaan tingkat nasional dalam bagian pariwisata untuk kelompok Surga Tersembunyi Terpopuler 2018.

“Pulau Mahoro membuat Sitaro mendapatkan penghargaan dari Anugerah Pesona Indonesia (API) untuk kelompok Surga Tersembunyi,” kata Bupati Sitaro, Evanglien Sasingen di Sitaro, Senin 26 November 2018, dikutip Pada.

Eva menjelaskan penghargaan itu adalah perolehan yang mengagumkan serta keberhasilan bersama dengan pemerintah serta penduduk Sitaro dalam bagian pariwisata. Dia mengatakan terima kasih pada semua penduduk yang sudah memberi dukungan Mahoro dalam nominasi API 2018, serta diinginkan dapat jadi landasan buka gerbang pariwisata di kabupaten kepulauan itu.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Umsini

“Sampai kini pemerintah selalu berusaha mempromokan beberapa kekuatan wisata. Dengan penganugerahan ini, makin tingkatkan keyakinan penduduk luas mengenai keindahan pariwisata di Sitaro, terutamanya Mahoro,” tuturnya.

Wakil Bupati John Palandung menjelaskan, penghargaan ini jadi fasilitas promo tujuan wisata yang lainnya.

“Saat mereka mulai mencari tahu mengenai Sitaro, pasti kita dapat mempromokan tujuan lainnya yang tidak kalah indahnya, dari mulai spot diving, wisata budaya dan pantai air panas Lehi, yang mungkin cuma berada di Sitaro,” tuturnya.

Palandung mengharap, dengan beberapa usaha dalam meningkatkan tujuan wisata, mendapatkan suport penuh dari semua penduduk, karena nanti keuntungannya untuk penduduk juga.

“Diantaranya mengawasi kebersihan serta kelestarian lingkungan, supaya tidak mengakibatkan kerusakan alam sebagai primadona wisata,” tuturnya.

Kepala Sisi Humas Pemprov Sulawesi Utara Christian Iroth menuturkan Pulau Mahoro ialah salah satunya tujuan wisata yang menjanjikan sebab bukan sekedar jual keindahan pantainya tetapi pun ada peninggalan riwayat berbentuk benteng Portugis.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Sangiang

“Intinya wisatawan yang akan bertandang kesana tentu akan tidak menyesal,” tuturnya lewat pesan seluler.

Ia menjelaskan sekarang ini perhatian Pemprov Sulut dibawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey serta Wakil gubernur Steven O.E. Kandouw terutamanya pada bagian pariwisata begitu serius. Salah satunya usahanya ialah pembukaan penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado bebas visa.

Sekarang ini, Pemprov Sulut selalu lakukan pendekatan kerja sama penerbangan langsung dengan beberapa negara salah satunya Malaysia (Kinabalu-Manado), Jerman, serta Italia.

Berwisata Menapaki Ribuan Anak Tangga di Bukittinggi Simak Ulasanya

Sumatera Barat Kota Bukittinggi populer dengan Jam Gadangnya yang terdapat di dalam kota. Kota wisata ini disinggahi banyak wisatawan lokal serta mancanegara. Di seputar Jam Gadang ada pusat penjualan kerupuk sanjai, los nasi kapau, dan bermacam macam makanan, serta beberapa barang ciri khas yang lain.

Bukan sekedar makanan serta beberapa barang ciri khas Bukittinggi yang menarik, jalanan di sekitar kota juga mempunyai arsitektur unik. Diantaranya, deretan tangga menghiasi kota ini. Tersebut tiga tempat janjang atau tangga unik yang ada di Kota Bukittinggi.

Janjang Gudang

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Tilongkabila

Dalam bahasa Indonesia dimaksud tangga gudang. Jika dengar namanya teringat dalam pikiran tangga ke arah area untuk menyimpan. Tetapi itu salah, Janjang Gudang yang ada di Bukittinggi ini adalah formasi anak tangga yang di kanan kirinya ada pajangan pakaian, sepatu, tas, serta beberapa jenis aksesori, dan beragam macam makanan. Dari mulai bakso, mi ayam, batagor, serta yang lain. Kanan kiri tangga ini ada orang berjualan.

Tangga ini terdapat cukuplah dekat dari Jam Gadang, samping kanan sebelum masuk Pasar Atas. Tampak turunan anak tangga dihiasi pajangan dagangan, berlangsung tawar-menawar serta panggilan pedagang pada beberapa orang yang berlalu lalang untuk singgah ke lapaknya.

Menurut salah seseorang wisatawan asal Palembang, Mardeni, ada sensasi sendiri saat berjalan di Janjang Gudang. Sebab saat menuruni atau menaiki anak tangga, mata melirik kiri kanan sekalian mesti masih mengawasi kesetimbangan kaki waktu berjalan.

Bila tidak dapat menyamakan pada mata serta kaki maka terjatuh. “Kita lihat-lihat barang serta kaki masih menuruni anak tangga, dapat jatuh kita,” tutur wanita paruh baya ini.

“Baju serta aksesori di Janjang Gudang ini termasuk tambah murah,” kata Mardeni.

Janjang Koto Gadang, atau yang lebih diketahui Great Wall ini, tampak seperti Tembok Tinggi China, terdapat di Nagari Koto Gadang.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Ciremai

Panorama yang diberikan juga demikian memesona. Curamnya ngarai (jurang) Sianok, saluran sungai nan jernih, bentangan sawah yang luas, serta situasi perkampungan komplet dengan penampakan gonjong rumah Gadang menjadiakan situasi ciri khas Minangkabau yang terlihat dari ketinggian.

Tangga ini menjadi penghubung Kabupaten Agam dengan Kota Bukittinggi. Puncak tangganya ada di Nagari Koto Gadang serta selesai di basic Ngarai Sianok. Sebab tangga ini cukuplah panjang, jadi pengelola membuat beberapa posko di dalam perjalanan.

Salah seseorang pengunjung Janjang Koto Gadang, asal Kota Medan, Fakhrurrazi mengemukakan, panorama di selama Great Wall begitu indah, akan tetapi tidak seperti obyek wisata. “Tempatnya sepi,” kata Razi.

Mahasiswa Kampus Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) ini merekomendasikan, supaya pemerintah lebih santer mempromokan Janjang Koto Gadang. “Pemandangannya bagus, tetapi janjangnya kurang,” sarannya.

“Pemugaran wisata, pemasangan panduan arah, menambahkan pondok penjual minuman dan makanan,” Razi memberikan.

Janjang Saribu

Janjang Saribu dalam bahasa Indonesia dimaksud tangga seribu, walau namanya Janjang Saribu, tapi anak tangganya tidaklah sampai begitu. Banyak kelompok yang berasumsi jika Janjang Saribu sama juga dengan Janjang Koto Gadang, walau sebenarnya ini ada di dua tempat yang berlainan.

Janjang Saribu terdapat di Bukik Bagus Puhun, Guguak Panjang, Kota Bukittinggi Sumatera Barat. Bila Janjang Koto Gadang memilki bentuk seperti Tembok Tinggi China, jadi Janjang Saribu cuma seperti formasi anak tangga biasa.

Lebar tangganya cuma cukuplah untuk dua tubuh orang dewasa, akan tetapi pemandangannya tidak kalah bagus dari Janjang Koto Gadang.

Sama seperti dengan Janjang Koto Gadang, Janjang Saribu juga tidak terkelola dengan baik. M. Wahyu Ramdhan salah satunya wisatawan lokal menjelaskan, panorama dari Janjang Saribu begitu bagus, akan tetapi daerah seputar tangga seperti tidak tertangani. “Rumput yang hampir panjang, cat pegangan tangga telah terkelupas,” tutur Wahyu.

“Janjang Saribu sepi, maunya pengendaliannya lebih ditingkatkan supaya wisatawan lebih tertarik bertandang kesini,” pendapat wisatawan asal Riau ini.

Kencan Pagi Bersama Tarsius di Taman Nasional Tangkoko Simak Ulasanya

Nada siulan burung silih bertukar terdengar waktu team Liputan6.com sampai di pintu masuk Taman Wisata Alam Batu Putih. Hawa sejuk pagi hari menyongsong kami yang ingin menelusuri setitik keindahan di Taman Nasional Tangkoko itu.

Dengan administrasi, Taman Nasional Tangkoko masuk dalam lokasi Desa Batu Putih, Bitung Utara, Sulawesi Utara. Dari pusat Kota Manado, team meniti jarak seputar 60 km atau habiskan waktu seputar 2,5 jam perjalanan darat.

Taman Wisata Alam Batu Putih sendiri masuk dalam lokasi rimba dataran rendah yang ada pantai dibagian tenggara.

Ada di ketinggian pada 0-200 mdpl, jadikan track yang perlu dilewati waktu berpetualangan di rimba Taman Wisata Alam Batu Putih demikian beragam rupa. Dari mulai landai, track yang menyempit, sampai curam.

Menelusuri Taman Wisata Alam Batu Putih butuh memakai layanan guide yang telah disiapkan pihak pengelola.

Tidak hanya meminimalkan resiko tersesat di rimba, layanan guide sangat menolong temukan tempat binatang langka biasa menempati.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Bukit Raya

Pengelola menyiapkan tiga paket (telah termasuk juga layanan guide) untuk menelusuri Taman Wisata Batu Putih. Ke-3 paket tesebut diantaranya short trip, midle trip, serta long trip. Ke-3 paket itu cuma dibedakan lamanya waktu penjelajahan.

Menelusuri Rimba Wisata Alam Batu Putih memang jadi kegiatan yang menyenangkan. Di rimba yang menurut data tahun 2007 memiliki luas tempat seputar 615 hektare ini, ada habitat asli buat beberapa binatang endemik Sulawesi, seperti monyet hitam (Macaca Nigra) serta tarsius.

Diluar itu, pun diketemukan burung rangkong, babi rimba, sampai anoa.

Flora yang berada di rimba Taman Wisata Alam Batu Putih pun tidak kalah eksotik, pohon kulit hitam (Ebony) yang tinggi serta berdiameter besar, pohon fikus, serta coro jadi ornament rimba yang membuat penjelajahan menjamah Taman Wisata Alam Batu Putih demikian menyenangkan.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Leuser

Rimba Indonesia yang kaya, jadi habitat yang teduh buat beranekaragam binatang langka.

Tidaklah heran bila beberapa periset serta penggemar wisata penjelajahan, baik dari dalam ataupun luar negeri, bersama-sama ingin menjamah serta kagum pada rimba Indonesia.

Telah semestinya penduduk Indonesia jadikan rimba menjadi sisi terpenting dalam kehidupan, dengan tetap mengawasinya serta melestarikannya supaya tidak rusak.

Saatnya Mandi Pagi dengan Air Ajaib Permandian Limbua Bulukumba

Banyak yang menduga tempat wisata permandian alam Limbua di Desa Hila-Hila, Kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba cuma permandian biasa untuk berlibur. Akan tetapi, penduduk seputar yakini bila permandian itu dapat mengobati penyakit kulit.

Permandian Limbua adalah salah satunya tempat wisata yang ramai didatangi wisatawan. Permandian ini terdapat satu kilo dari Makam Datu Tiro serta ada diantara rimba yang teduh.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Nggapulu

Tidak cuma itu, permandian Limbua menyatu dengan laut serta cuma dipisahkan oleh pohon kelapa. Air tawar di permandian itu larut dengan air laut, hingga masyarakat meyakini kolam itu bisa mengobati penyakit.

Masyarakat pun meyakini bila kesaktian Dato Tiro, pun menyatu dalam permandian itu hingga muncul asumsi jika dengan mandi dalam tempat pemandian ini dipercaya bisa menghilangkan semua penyakit kulit yang ada.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Tatamailau

Tidak hanya keindahannya, ada pula yang menarik di lokasi permandian ini, yaitu kehadiran sumur yang arah saluran airnya memanjang sampai ke laut yang ada di desa Hila-Hila, Kecamatan Bonto Tiro. Permandian Limbua ini biasa didatangi tiap-tiap akhir minggu oleh penduduk seputar ataupun wisatawan.

Kekhasan lainnya dari tempat wisata ini adalah tempatnya yang ada di seputar rimba, serta bertemu langsung dengan Pantai Samboang.

Pagi Sehat Menapaki 270 Anak Tangga Pos Pemantauan Gunung Bromo Simak Ulasanya

Mendekati tahun baru 2019, Gunung Bromo menyediakan satu tujuan wisata baru buat beberapa pengunjung. Satu bangunan di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo itu ada di Puncak Serunipoin dengan ketinggian 2400 Mtr. di Bawah Permukaan Laut (MDPL), serta mempunyai 270 anak tangga.

Bangunan menjadi pos penilaian Gunung Bromo itu diinginkan jadi satu tujuan wisata yang dapat meningkatkan daya tarik wisatawan yang bertandang ke Bromo. Bangunan yang habiskan dana sebesar 5 miliar rupiah itu langsung diserang beberapa pengunjung sekejap sesudah diresmikan.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Sirimau

Seperti dalam yang disebutkan oleh salah satunya pengunjung, Dewi Sartika (35), jika tujuan wisata itu begitu memanjakan mata, walau mesti lewat jalan yang cukuplah naik serta melalui sekitar 270 anak tangga. Akan tetapi, terbayarkan semua dengan keindahan alam Bromo diatas ketinggian.

“Saya baru pertama-tama mas kesini, sangat bagus bisa lihat Bromo dari ketinggian, begitu indah, ya walau jalannya cukuplah melawan serta melalui 270 anak tangga tuturnya barusan, akan tetapi semuanya terbayarkan dengan keindahan ini,” tuturnya waktu di tanya oleh beberapa wartawan di Puncak Serunipoin.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Lawit

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari menuturkan waktu ada di Puncak Serunipoin, jika karenanya ada Tujuan wisata itu diharap bisa jadi daya tarik baru untuk wisatawan Gunung Bromo, serta dia mengharap beberapa wisatawan bisa mengawasi kebersihannya dengan tidak buang sampah asal-asalan.

“Untuk menyongsong tahun baru 2019, terdapatnya tujuan Puncak Serunipoin ini bisa jadi satu daya tarik sendiri untuk wisatawan yang bertandang ke Bromo ini. Kami mengharap penduduk serta pengunjung bisa sama-sama mengawasi tempat ini, ya diantaranya dengan buang dampah pada tempatnya,” jelas bupati cantik itu.

Berikut Saat Pagi Penuh Canda Bersama Keluarga di Air Terjun Kedung Pedut

Wisata di samping barat Daerah Spesial Yogyakarta ini mulai tunjukkan geliatnya. Seperti di object wisata Air terjun Kedung Pedut di dataran tinggi Kulonprogo, Desa Kembang, Jatimulyo, Giromulyo.

Kepala Dusun Kembang, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo, Sarijo menjelaskan, semenjak tiga hari paling akhir object wisata di wilayahnya selalu ramai wisatawan domestik. Berkumnpul dengan keluarga habiskan waktu libur jadi obat pelipur lara.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Pangrango

“Sebelum ini hari kita telah ramai. Bahkan juga dua ini hari kantong parkir sampai di lapangan sepak bola. Dari sana selalu antar jemput sebab penuh parkirannya,” tuturnya Selasa (25/12/2018).

Dia mengakui suka sebab object wisata yang diurusnya mendapatkan perhatian penduduk. Dia juga masih mengawasi kualitas object wisata air terjun dengan kebersihannya.

“Tetap bersih kan setiap berapakah mtr. ada kantong sampah, jika ada sampah saja kita langsung pungut. Entahlah itu petugas atau masyarakat sebab kita jagalah kebersihan,” tuturnya.

Wisatawan yang hadir ke object wisatanya menurut Sarijo masih tetap dari dalam negeri. Meskipun di luar negeri pun terlihat di tempat, akan tetapi banyaknya sedikit.

“Tetep ada menguasai dalam negeri plat H, F, DK, W ya jika AB ya ialah pasti,” tuturnya.

Sarijo menjelaskan tidak hanya sarana toilet, gazebo, warung, ada juga menambahkan wahana wisata di air terjun Kedung Pedut. Tidak hanya menara pandang, Flying fox akan ada wahana baru yang akan dirilis sebelum akhir tahun.

“Chayoning, Slaiding, Rapling, Camping Ground. Ada sepeda terbang kelak sebelum tahun baru telah operasional, dapat balapan berdua, 2 jalan,” tuturnya.

Selain itu di seputar object wisata ini ada juga hmestay yang bisa dipakai wisatawan yang hadir ke Kedung Pedut. Ada 9 homestay yang dapat dipesan sampai perubahan tahun kelak.

“Belumlah ada nginep. Belumlah ada pemesanan baru sesudah tahun baru ada tanggal 2 ya,” tuturnya.

Artikel Terkait : Jadwal Kereta Api KRL Bandara Soekarno Hatta

Sarijo menjelaskan dalam keadaan cuaca sekarang ini supply air terjun makin melimpah. Akan tetapi demikian wisata ini masih tetap ada titik yang dipakai anak-anak waktu di Kedung Pedut.

“Wah kembali banyak airnya, jika anak-anak ada spot aman kok, dapat maen perahu-perahu karet pun,” tuturnya.

Diluar itu panorama yang alami di Kedung Pedut akan meningkatkan sausana wisata alam ini makin terkesan. Karena, sekarang ini beberapa titik menunjukkan bunga yang cantik tampak.

“Saat ini kembali musim kembang matahari, cukuplah banyak, Bagus intinya,” tuturnya.

Sensasi Pagi Menyelam Cantik di Sumber Air Ciburial Garut Simak Ulasanya

Satu set gelas serta teko tradisionil ciri khas dahulu kala memiliki bahan seng jadi menu penting waktu Liputan6.com menyambangi ruangan tamu desa ekowisata Ciburial, Samarang, Garut, Jawa Barat, tempo hari. Minuman teh Kewer yang datang dari biji tanaman Kewer, biasa penduduk seputar menyebutkan, jadi menu pembuka waktu kami memulai perbincangan.

“Mangga cobian teh na (Silakan coba minuman teh nya),” tutur Hadian Hendracahya (45), Manager Desa Wisata Ciburial, menegur sekaligus juga buka perbincangan, Rabu, 26 Desember 2018.

Baca Juga : Jadwal Rute Keberangkatan Kapal Pelni

Situasi bersih, asri nan sejuk ciri khas perkampungan menyongsong Anda waktu masuk kampung wsiata Ciburial. Hamparan tanaman berwarna hijau berderet rapi di ruang tempat pertanian di muka ruangan tamu, jadikan lokasi itu seolah membawa kita ke situasi pedesaan.

Tempat pesawahan hasil mencangkul petani tampak berbaris rapi, turut meningkatkan kesan-kesan kampung alam sekitar lingkungan. Buat Anda yang jemu berlibur dengan situasi kota, tidak ada kelirunya coba alam perkampungan yang satu ini.

“Konsepnya memang ajak pengunjung kembali pada masa lalu nuansa asri serta alami perkampungan,” katanya.

Pertama-tama, ruang hiburan ekowisata Ciburial dirintis semenjak 2010 kemarin. Waktu itu pihak desa yang mempunyai kekuatan wisata sumber mata air Ciburial cuma jadi pemirsa.

“Mengapa tidak kita kelola sendiri saja, kebetulan kami pun mempunyai Bumdes,” katanya.

Tidak hanya Ciburial, ada tiga mata air alami yang lain yaitu Ciliang, Cigemor, serta satu kembali yang belumlah bernama yang mempunyai debet air lumayan besar selama tahunnya.

“Semua bersisihan, karena itu kami membuat ide sampai terciptalah lokasi wsiata Ciburial ini,” papar ia.

Gayung bersambut, gagasan itu searah dengan deretan pengurus pamong desa yang menginginkan terdapatnya lokasi wisata alam yang asri, untuk menghidupkan ekonomi penduduk, tetapi masih menjaga kealamian situasi alam seputar. “Kami sertakan pun keterkaitan penduduk,” tutur ia.

Artikel Terkait : Harga Tiket Kapal Pelni

Gagasan juga diatur, memperoleh suntikan pertolongan dana sosial dari salah satunya perusahaan daya swasta global, pihak desa lalu meniti pembangunan ruang wisata itu. “Awalannya pak Kepala desa bangun saung Ciburial satu berisi empat kamar, serta nyatanya responnya bagus,” katanya.

Hampir selama tahun lebih pada peristiwa berlibur panjang, lokasi ini tetap ramai. “Sempat rombongan dari Jerman, rombongan Australia kemari,” katanya.

Bahkan juga saat tempat tinggal penuh, pihak pengelola langsung menyertakan penduduk seputar yang ada di delapan kampung, untuk jadikan rumah mereka menjadi homestay buat tamu.

“Masyarakat pasti suka dengan kerja sama semacam ini, ada seputar 230 rumah masyarakat yang siap menyimpan pengunjung atau wisatawan,” katanya.

Tidak hanya lokasi wisata alam yang ciamik, salah satunya daya tarik ekowisata Ciburial seluas tiga hetar itu, ialah menu macam paket bermain yang lumayan menarik untuk di nikmati pengunjung. Sebutlah saja kaulinan budak yang menyatukan kekuatan lokal dengan perkembangan zaman sekarang ini. “Ada permainan ciciripit, oray-orayan, perepet jengkol, egran serta yang lain,” tutur ia.

Tidak hanya permainan yang menghibur ala dahulu kala, supaya berlibur berasa di kampung, pihak pengelola juga menyiapkan atraksi lainnya yang tidak kalah menarik, sebutlah saja pertunjukan pencak silat gajah putih, buat yang hoby uji nyali.

Lalu buat ibu-ibu atau kaum wanita dapat belajar jadi pengrajin tas lipat, melukis diatas akar wangi sampai belajar membatik serta jadi petani saucin di tempat pertanian. “Yang suka ngagogo (Tangkap ikan di kolam) kami siapkan kolam spesial,” katanya.

Sedang buat pengunjung yang suka mancing ikan alias mancing mania, pengelola tawarkan paket mancing minimum 15 kg ikan untuk game itu, hingga dapat dinikamati semua bagian keluarga anda. “Kami selalu bereksperimen memberi permainan yang menarik serta menghibur buat pengunjung,” katanya.

Spesial kelompok remaja serta emak-emak yang suka selfie, satu tempat spesial dekat dengan pelataran pertunjukan atraksi seni menyengaja buat panitia untuk mengalirkan keinginan serta hoby pengunjung. “Topik fotonya tiga dimensi, menarik untuk mereka,” katanya.

Masalah menu makanan tutur ia, beberapa pengunjung dapat sesuka hati pesan atau membawa sendiri, yang sesuai dengan keperluan saat berliburan disana. “Tapi terkadang banyak pengunjung kesini cuma berlibur saja, sangat main-main seputar wisata Ciburial,” katanya.

Sesaat tentang harga sewa rumah yang di tawarkan, diawali dari Rp 2 juta untuk satu rumah berisi empat kamar, sampai Rp 5 juta yang berisi lima sampai enam kamar di. Bangunan tradisionil ciri khas perkampungan dengan bahan basic bilik kayu, terlihat indah untuk di nikmati.

“Untuk satu rumah terkadang dapat menyimpan sampai 30 orang karena ada ruangan tamu yang cukuplah luas,” katanya.

Kala Menara Eiffel Gorontalo Bertabur Cahaya Simak Selengkapnya

Masyarakat Gorontalo sekarang mempunyai tempat wisata yang menarik. Berdiri megah bak Menara Eiffel dengan tata lampu warna-warni, membuat Lighting Pakaya Tower terlihat demikian indah.

“Bagus, mengagumkan Pakaya Tower sekarang ini” tutur Meytie Siba, salah seseorang masyarakat kota Gorontalo yang waktu malam perubahan tahun habiskan waktu di lokasi taman Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Baca Juga : Harga Tiket dan Jadwal KA Eksekutif

Meytie mengakui hadir dengan ajak keluarganya sebab mendapatkan info ada hiburan rakyat serta soft rilis Lighting Pakaya Tower. “Ingin tahu sampai barusan dua jam menanti sebelum lampunya dinyalakan macam bergantian warnanya,” urainya.

Menurut dia, Pakaya Tower yang tinggi menjulang jadi lebih megah serta anggun dengan sinar warna yang menghiasi semua bangunan. Ia bahkan juga meramalkan akan makin banyak wisatawan di luar daerah yang akan meluangkan waktu lihat keindahan Pakaya Tower.

“Barusan saja, sudah sempat lihat ada banyak mobil dengan plat nomer luar daerah. Itu bermakna ada wisatawan di luar yang ingin lihat tempat ini,” ia menjelaskan.

Masuk tahun 2019, panorama berlainan memang tampak dari Pakaya Tower. Semua bangunan tower terlihat disiapkan spesial dengan tehnologi sinar yang bertukar warna tiap-tiap beberapa waktu seolah ingin memanjakan mata tiap-tiap pengunjungnya.

Pakaya Tower mempunyai tinggi 65 mtr. dengan lebar 21 mtr.. Bangunan yang terdapat pas di jantung Kota Limboto itu mempunyai lima lantai. Untuk naik ke sisi puncak menara, pilihannya ada dua.

Pertama dengan menjejaki tiap-tiap anak tangga atau memakai lift pengunjung. Datang di puncak, pengunjung dapat lihat pemandangan Gorontalo.

Artikel Terkait : Jadwal Kereta Api Jayakarta Surabaya Jakarta Kelas Premium

Selintas bila disaksikan Pakaya Tower yang dimaksud masyarakat Menara Limboto mempunyai bentuk mirip Menara Eiffel di Paris. Di bagian puncak ada satu kubah sebagai keunikan dari bangunan yang pemakaiannya diawali semenjak tahun 2003 yang lalu.

Disamping sisi utara Pakaya Tower ada satu taman sebagai tempat favorite masyarakat untuk mencari spot photo terunggul. “Towernya tambah lebih bagus dari umumnya, bagus buat photo,” kata Rina, mahasiswa salah satunya perguruan tinggi di Gorontalo yang malam itu repot berswafoto bersama dengan tiga partnernya.

Simak Asal-usul Lahirnya Danau Singkarak

Danau Singkarak adalah danau terluas ke-2 di Sumatera sesudah Danau Toba, memilki luas 107,8 km. persegi dengan ketinggian 363,5 mtr. dari permukaan laut. Terdapat di dua Kabupaten, di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Solok serta Kabupaten Tanah datar.

Danau ini jadi salah satunya tujuan wisata favorit, tidak hanya Istana Basa Pagaruyuang, kebun teh, serta danau kembar. Tiap-tiap tahunnya, danau jadikan tempat balap sepeda internasional “Tur The Singkarak.”

Pengunjung akan disuguhi panorama indah dengan hamparan air dikelilingi bebukitan nan hijau. Dibalik keindahan Danau Singkarak tersimpan narasi asal mula danau ini tercipta. Diluar itu, terdapat beberapa vs tentang riwayat danau ini tercipta.

Menurut narasi dulu ada satu keluarga yang hidup di pinggir laut. Pak Buyung bersama dengan istri serta anak laki-lakinya bernama Indra. Keseharian Pak Buyung serta istri kerja di rimba di Bukit Dukung Sirih, untuk mencari hasil rimba lalu menjualnya di Pasar.

Bila musim ikan, Pak Buyung memperoleh rejeki dengan memancing ikan di laut. Indra anaknya tetap menolong baik di rimba maupun di laut. Indra tumbuh jadi anak yang taat, akan tetapi Pak Buyung serta istri cemas dengan skema makan Indra.

Baca Juga : Jadwal Kereta Api Wijaya Kusuma Cilacap Jogja Solo

Bagian makannya melebih rata-rata anak seusianya, bahkan juga diatas bagian makan orang dewasa. 1x makan, Indra bisa habiskan satu bakul nasi serta lauk dalam jumlahnya yang besar.

Bermula dari Paceklik

Satu waktu musim paceklik datang, Pak Buyung serta keluarga mesti mengirit makanan. Mereka tak akan makan nasi sehari-hari, diselingi dengan konsumsi ubi. Sebab musim paceklik berjalan panjang serta persediaan makanan mereka makin dikit, Pak Buyung serta istri tak akan memedulikan makan Indra. Mereka cuma pikirkan perut mereka semasing.

Sampai satu hari Indra merengek meminta makan pada orang tuanya. Dengar rengekan Indra, Pak Buyung geram serta memerintah Indra untuk mencari makanan di rimba sendirian. Sebelum pergi ke rimba Indra terlebih dulu memberi makan ayam peliharaannya bernama Taduang.

Sepanjang hari di rimba, Indra tidak memperoleh hasil rimba yang bisa dikonsumsi. Esok harinya Pak Buyung memerintah Indra untuk menemukan di laut, tetapi Indra pun tidak memperoleh ikan.

Artikel Terkait : Harga Tiket Dan Jadwal Kapal Surabaya – Banjarmasin

Sudah sebulan Indra bolak-balik rimba serta laut, tetapi tidak ada hasil. Selain itu ke-2 orang tuanya cuma bermalas-malasan di gubuk. Akan tetapi, Indra tidak putus harapan, dia masih berupaya. Satu hari saat Indra ke laut, ibunya pun pergi ke laut, tetapi tidak ke tempat yang sama juga dengan Indra.

Ibunya sukses memperoleh makanan (pensi) kerang air tawar memiliki ukuran kecil. Sesampainya di dalam rumah, sang ibu memasak pensi itu. Sesudah masak Pak Buyung serta istri memakan pensi itu sampai habis tiada pikirkan anak mereka yang kelaparan.

Sesudah kenyang memakan pensi, Pak Buyung serta istri tertidur di dapur, selang beberapa saat Indra Pulang dari laut. Dia lihat ke-2 orang tuanya terlelap dengan cangkang pensi di seputar mereka.

Melihat hal tersebut Indra susah serta duduk di batu besar di samping tempat tinggalnya. Indra terasa orang tuanya tak akan perduli padanya. Mereka tega habiskan makanan, tiada menyisihkan sisi Indra.

Simak Pagi yang Memikat dengan Wisata Paket Hemat Eksplorasi Banyuwangi

Dengan suport Kementerian Pariwisata, Pemkab Banyuwangi meluncurkan promo paket wisata terpenting untuk menggandeng wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia.

“Awal-awal tahun umumnya memang low season, sebab wisatawan telah berlibur semua waktu akhir tahun. Jadi dengan suport Kementerian Pariwisata, sekarang ada program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang laku mulai Januari sampai Maret 2019,” tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, minggu kemarin.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Ferry Merak-Bakauheni

Dalam program ini, wisatawan cuma butuh membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau sekitar Rp 3,8 juta untuk memperoleh paket wisata liburan ke Banyuwangi.

Paket itu termasuk juga ticket Kuala Lumpur-Banyuwangi pergi-pulang yang dilayani Citilink, bermalam dua malam di beberapa hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, nikmati beberapa tujuan wisata, sampai berkuliner.

Anas memberikan, taktik paket wisata dalam paket Wonderful Banyuwangi Hot Deals ini ialah sisi untuk mengangkat kunjungan wisman ke Banyuwangi. Semua pemangku kebutuhan dilibatkan, mulai hotel, pengelola tujuan, sampai agen perjalanan wisata.

“Jika di pemasaran smartphone ada taktik bundling, jual hp sekaligus juga service operator selulernya. Nah ini di wisata, ada ticket pesawat, hotel, kuliner, tujuan wisata, dibundel pada sebuah paket penjualan. Harga tambah murah. Jika bahasanya Pak Arief Yahya (menteri pariwisata), more for less, You get more, you pay less. Wisman bisa banyak keuntungan di harga berkompetisi,” tutur Anas.

Anas yakini taktik itu dapat menggerakkan pariwisata lokal pada saat low season. “Sebab tingkah laku customer tentu suka dengan potongan harga. Ditambah lagi jika diskonnya besar seperti paket Wonderful Banyuwangi Hot Deals ini,” katanya.

“Tinggal taktik saatnya. Kapan didiskon? Ya cocok kembali sepi seperti di awalnya tahun. Penawaran ditambah dengan potongan harga tentu membuat keinginan,” Anas memberikan.

Artikel Terkait : Harga Tiket dan Jadwal Kereta Api Ekonomi

Program-program sama akan dikerjakan oleh Banyuwangi ke depan. Contohnya, waktu bulan puasa, dapat diyakinkan tingkat kunjungan wisatawan nusantara alami penurunan, ditambah lagi buat Banyuwangi yang memercayakan wisata alam seperti pegunungan, pantai, serta taman nasional.

“Jadi cocok bulan puasa kelak, paket wisatanya kita konsentrasikan ke pasar non-Muslim. Wisatawan Australia, contohnya. Kita galang mereka melalui Bali lewat paket wisata di Banyuwangi,” ia menandaskan.